Header Ads

test

PROXMOX


DUNIA MAHASISWA TEKNOLOGI

PENULIS
Nama : Ravly Bayu Nugraha Wantoro
Kelas  : 2 KB04
Matkul  :Sistem Oprasi



Apasih Proxmox itu ?
Pengenalan Proxmox Proxmox VE (Virtual Environment) adalah salah satu distro Linux dari basis Debian yang mempunyai fungsi khusus sebagai virtualisasi baik appliance maupun operating system.Proxmox berjalan dengan mode text, walaupun seperti itu Proxmox akan lebih mudahdikonfigurasi melalui akses remote dengan web based. Untuk sekarang Proxmox dengan release terbaru adala Proxmox VE
2.3 Proxmox support beberapa jenis platform virtualisasi seperti KVM dan OpenVZ. Dengan berbasis distro Debian Stable dan menggunkan kernel khusus untuk virtualisasi menjadikan Proxmox VE sebuah Bare Metal Virtualtation Platform yang power full. Bare Metal adalah sistem komputer dimana mesin virtual dipasang langsung pada komputer dala sistem operasi tanpa diinstall terlebih dahulu aplikasi tertentu. Istilah Bare Metal mengacu pada hardisk.

2.2 Kelebihan Proxmox
Proxmox ini memiliki banyak kelebihan, antara lain :
a) Open source, sehingga free untuk digunakan oleh siapapun.
b) Mudah dalam instalasi dan konfigurasi.
c) Mendukung platform virtualisasi berbasis KVM dan OpenVZ.
d) Mendukung berbagai format hardisk virtual.
e) Minimalis dan power full dalam pemakaian memory karena hanya butuh sedikit memory untuk menjalankan virtual server.
f) Mendukung auto backup sesuai schedule yang ditentukan baik ke internal storage maupun external storage.
g) Dapat digunakan untuk Cluster dan High Avaliablity Server.
h) Mendukung banyak model storage : LVM, iSCSI, Local Directory maupun NFS.
i) Sudah mendukung Live Migration.

Beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai Proxmox antara lain :
a) Proxmox hanya disediakan untuk mesin 64 bit sehingga tidak akan bisa berjalan pada mesin 32 bit.
b) Pada saat instalasi, Proxmox akan menghapus seluruh isi dari hardisk.Sehingga jika hanya ingin melakukan percobaan gunakan hardisk yang kosong atau gunakan mesin virtual juga.
c) Jika ingin menggunakan KVM, Proxmox membutuhkan motherboard/CPU yang
mendukung teknologi virtualisasi yaitu intel VT/AMD-V.

2.3 Kebutuhan Hardware Untuk Proxmox
    Kebutuhan spesifikasi server pada dasarnya tergantung pada virtual server yang akan digunakan. Semakin tinggi spesifikasi yang akan dijalankan maka semakin tinggi juga kebutuhan hardware yang harus tersedia (mesin induk). Meski demikian, asumsi ini tidak 100% benar karena ada beberapa teknologi virtualisasi seperti OpenVZ yang mampu melakukan pembagian resource sehingga apabila jika mesin virtual ada 3 yang masing membutuhkan 1 GB memory tidak berarti server (mesin induk) harus memiliki kapasitas memory 3 x 1 GB.Spesifikasi minimal pada server induk yang harus terpenuhi agar virtual server dapat berjalan adalah :
a) Processor Pentium 4, dan harus memiliki kemampuan 64 bit.
b) Jika akan menggunakan model full virtualization CPU harus memiliki model
motherboard intel VT (Virtualtation Technology) atau AMD-V.
c) Memory RAM minimal 1 GB.
d) Kapasitas hardisk minimal 20 GB.
e) NIC (Network Interface Card)

2.4 Metode Instalasi Proxmox
Sama seperti install sistem operasi berbasis Linux lainnya install Proxmox ada beberapa metode instalasi antara lain :
a. Menggunakan CD Installer
Cara ini merupakan yang sudah umum digunakan karena Proxmox sudah dikemas dalam 1 keping CD. Proses instalasi dapat dilakukan dalam beberapa langkah saja tanpa Proxmox Cloud Computing (Virtualisasi) 9konfigurasi yang rumit.
b. Menggunakan Live USB
Cara ini memiliki cara kerja yang sama dengan menggunakan CD installer hanya berbeda pada media yang digunakan adalah USB flash. Metode ini sangat bermanfaat apabila suatu komputer tidak memiliki perangkat CD/DVD ROM

2.5 Fitur yang merupakan keunggulan Proxmox VE
1.Gratis
Kita dapat menggunakan Proxmox VE ini secara gratis. Ini sangat cocok untuk usaha kecil dan menengah.
Untuk yang menjalankan usahanya sebagai penyedia public cloud, maka mungkin perlu membeli layanan support dan enterprise update dengan harga yang sangat terjangkau.

2. Built-in firewall
Proxmox VE memiliki built-in firewall yang dapat diimplementasikan pada level data center, host dan virtual machine.

3. Open vSwitch
Open vSwitch dirancang untuk bekerja dalam lingkungan virtual. Hypervisor butuh jembatan untuk menghubungkan virtual-virtual machine ke dunia luar.


4. Graphical User Interface
Proxmox VE ini memiliki tampilan grafis yang memudahkan kita melakukan manajemen perangkat-perangkat virtual. Sebagian besar task dapat dijalankan melalui GUI (Graphical User Interface) ini meskipun tetap ada hal-hal yang hanya dapat dijalankan melalui command line

5. KVM
KVM ini merupakan Kernel-based virtual machine yang ditambahkan pada Linux untuk membuat full virtualization.

6. Linux Container atau LXC
LXC ini merupakan virtualisasi menggunakan container. Tingkat efisiensi yang tinggi dan juga kecepatan aksesnya menjadikan LXC saat ini berkembang cepat.

7. Storage plugins
Proxmox VE mendukung berbagai storage system untuk menyimpan virtual disk images, ISO template, backup dan lain-lain.
Storage yang didukung Proxmox VE antara lain
a. Local directory
b. iSCSI
c. LVM group
d. NFS Share
e. GlusterFS
f. Ceph RBD
g. ZFSx

Berikut adalah langkah-langkah melakukan backup VM pada Proxmox :
  1. Masuk ke Proxmox Web Admin
  2. Pilih menu Storage pada panel disisi kiri
  3. Pada bagian Storage List, klik tanda panah sehingga muncul pilihan protokol storage yang bisa dipilih. Karena saya menggunakan harddisk lokal, saya memilih menu Add DirectoryCatatan : Backup sebaiknya menggunakan harddisk terpisah atau komputer/media terpisah agar jika terjadi crash pada sistem tidak berimbas pada keamanan data yang sedang dibackup
  4. Isi Storage Name dengan nama storage tertentu untuk membedakan lokasi penyimpanan jika kita punya lebih dari satu mesin, Directory dengan nama folder tempat harddisk/lokasi backup dimounting (misalnya pada sistem yang saya gunakan dimount pada folder /var/lib/vz/backup) dan pilih VZDump Backups pada pilihan Content. Tampilan pengisian ini akan berbeda jika yang digunakan sebagai media backup adalah iSCSI atau NFS atau LVM.
  5. Pilih menu Save.
Kita sudah membuat satu buah mesin backup. Berikutnya kita akan memerintahkan proses backup agar dilakukan secara periodik sekaligus menentukan data VM mana saja yang hendak dibackup.

Untuk membuat pengaturan proses backup, lakukan langkah berikut :
  1. Pilih menu Backup pada panel menu disisi kiri
  2. Pada pilihan Backup Jobs, pilih tanda panah dan kemudian pilih menu Create New Job
  3. Isikan konfigurasi backup sesuai keinginan. Pada contoh dibawah ini saya melakukan backup untuk 2 buah VM yang memang saya gunakan (VM yang lain merupakan Virtual Machine testing saja), backup dilakukan pada pukul 01.00 WIB, dilakukan setiap hari dan jika sudah selesai, reportnya akan dikirim melalui email ke alamat email vavai at vavai.com.
    Saya memilih metode snapshot yang akan mengambil kondisi tertentu dari VM sehingga tidak perlu mematikan VM. Opsi ini bisa berjalan jika VM yang digunakan berjenis OpenVZ.
    Jika gagal menggunakan opsi ini, biasanya Proxmox akan menggunakan metode suspend. Lamanya proses Suspend tergantung besar kecilnya ukuran VM. Sebagai gambaran, untuk VM berukuran sekitar 30 GB Proxmox hanya perlu suspend selama 1-2 menit saja.
  4. Klik Save
Jangan lupa periksa email secara rutin untuk memastikan bahwa proses backup sudah sesuai dengan konfigurasi yang dilakukan. Jangan sampai terjadi masalah, kita sudah PD melakukan backup ternyata proses backup mengalami kegagalan dan baru diketahui saat hendak melakukan proses restore 😛
Jika khawatir server/folder backup menjadi penuh, kita bisa membuat script/schedule cron jobs yang akan secara otomatis menghapus data backup yang dianggap sudah expire.
Jika kita memiliki server backup pada komputer lain, misalnya di server Windows, kita bisa melakukan proses mount mapping folder backup ke lokal folder sehingga proses backup tetap dapat dilakukan dengan opsi “Local Directory”.

Sumber Terkait.

Tidak ada komentar